Informasi Gunung Tandikat, Sumatera Barat (2.438 mdpl) Untuk Pendaki

Posted on

Selamat datang, kali ini anda akan kembali kami ajak melangkah menuju pembahasan yang tak kalah penting yakni mengenai Info Gunung Tandikat Untuk Pendaki (Sumatera Barat – 2.438 mdpl) yang terletak di Sumatera Barat. Tapi sebelumnya kami ingin memberitahukan bahwa informasi Gunung Tandikat ini kami kutip seluruhnya dari informasi yang kami dapat dari sumber yang menuliskan informasi Gunung Tandikat di dunia maya. Dan berikut 6 informasi Gunung Tandikat yang akan kmai sajikan untuk anda :

  1. Deskripsi Gunung Tandikat, Sumatera Barat
  2. Objek Wisata Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat
  3. Akses Transportasi/Area Parkir/Fasilitas Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat
  4. Perizinan/Retribusi Gunung Tandikat, Sumatera Barat
  5. Jalur Pendakian Gunung Tandikat, Sumatera Barat
  6. Mitos Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Baiklah tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita langsung saja menuju pada pembahasan utama kita mengenai informasi Gunung Tandikat di bawah ini Selamat membaca.

-Keterangan Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Info Gunung Tandikat Untuk Pendaki (Sumatera Barat - 2.438 mdpl)
Gunung Tandikat (Sumatera Barat – 2.438 mdpl)

Gunung Tandikat adalah gunung berjenis Stratovolcano yang berdiri tegak di Dataran Tinggi Minangkabau, kira–kira 7,5 km dari kota Padang Panjang, Sumatera Barat dan terletak pada titik koordinat 0°25′57″LU 100°19′1″BT. Gunung ini merupakan salah satu gunung yang berada pada jajaran Bukit Barisan di Sumatera Barat dan membentang lebar ke arah selatan, dan di sebelah baratnya berbatasan dengan Danau Maninjau. Di sisi utaranya gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, sementara sebelah timurnya merupakan gugusan pegunungan vulkanik Tersier yang sudah tua. Gunung bertipe stratovolcano ini dikenal juga dengan nama Tandikek dalam bahasa Minangkabau. Gunung Tandikat memiliki tiga kawah yang diberi nama Kawah A, B dan K.

sumber : wikipedia

-Objek Wisata Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat

  1. Kawah Gunung Tandikat
  2. Telaga Sekitar Kawah
  3. Air Terjun Musiman dan Permanen
  4. Puncak Gunung Tandikat

-Akses Transportasi/Area Parkir/Fasilitas Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Akses Transportasi Menuju Gunung Tandikat

Dari Padang Panjang anda dapat menuju Desa Singgalang Ganting melewati pemandian alam terkenal di kota Padang Panjang yaitu Lubuk Mata Kucing.

Area Parkir Sekitar Gunung Tandikat

Area parkir kendaraan terdapat di sekitaran pos perizinan desa Singgalang Ganting.

Fasilitas Sekitar Gunung Tandikat

Fasilitas umum lengkap tersedia di desa Singgalang Ganting sekitaran pos perizinan pendakian Gunung Tandikar.

-Perizinan/Retribusi Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Perizinan pendakian gunung Tandikat dapat dilakukan di desa Singgalang Ganting, anda diharuskan untuk melakukan registrasi pendakian dan melapor kepada kepala jorong setempat atau juru kuncinya bernama bapak St. Brain (merupakan gala yg diberikan di adat minang kabau setek besar). Registrasi dipungut biaya Rp.5.000 per orangnya. Melalui registrasi ini nama pendaki akan dicatat.

-Jalur Pendakian Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Gunung ini jarang sekali didaki oleh para pendaki maupun warga sekitar dan hewan liar seperti harimau sumatra masih bisa ditemui di hutan-hutan Gunung Tandikat ini. Untuk mendaki gunung ini dibutuhkan alat dan kemampuan navigasi yang memadai. Keadaan jalan setapaknya tidak jelas dan bahkan kadang-kadang hilang atau terputus, serta hutannya masih rapat dan lembap. Selain itu antara ketinggian 650—1.700 m dpl, dijumpai banyak sekali pacet di sekitar jalan setapaknya. Hal-hal tersebut membuat gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendakinya. Tandikat juga merupakan bagian dari 3 puncak gunung di Minangkabau yang dikenal dengan Puncak-puncak Tri Arga (yaitu Singgalang, Marapi dan Tandikat). Meski Tandikat kurang populer di kalangan para pendaki, tetapi ini dianggap sebagai nilai lebih. Suasana yang alami dan jarang dijamah manusia menjadikannya berbeda dengan kedua puncak gunung yang lain.

  • Adapun Jalur Rintisan Gunung Tandikat yaitu :

Pendakian dilakukan dari Lembah Anai Resort merupakan jalur rintisan pendakian menuju ke puncak Tandikat. Pada tahun 1998 pernah dirintis sebuah jalur pendakian dari titik ini oleh tim Mapala Unand dengan waktu tempuh 5 hari mendaki dan 2 hari turun. Jalur ini dimulai dari tower Satelindo di kawasan Anai Resort pada koordinat 00°28’52,6” LS – 100°19’14,4” BT dengan elevasi 665 m dpl. Dari sisi barat lurah dalam, menuju ke arah utara melalui jalan setapak dapat sampai ke puncak, namun jalannya sangat rumit karena semak-semak yang rapat dan didominasi oleh pakis dan rotan. Diperlukan adanya penunjuk jalan agar tidak tersesat. Di samping itu keharusan menyeberang banyak anak sungai, yang di waktu hujan menjadi aliran sungai yang cukup deras, menjadi kesulitan tersendiri untuk melewatinya.

Sekitar 45 menit berjalan santai dari tower akan tiba di air terjun Lurah. Air terjun ini sangat alami karena berada di tengah rimba dan jarang orang yang mengunjunginya. Tingginya sekitar 25 meter dan di bawahnya terbentuk kolam yang cukup dalam, akan tetapi tidak mudah untuk turun ke air terjun tersebut. Yang menarik air terjun ini juga merupakan wilayah perlintasan hewan primata siamang dan simpai di daerah ini.

Selanjutnya perjalanan akan mengarah ke barat menuju punggungan di atas sungai Paraman Sani, yang merupakan sumber air untuk Anai Resort. Jalur jalan setapak ini sudah tersedia hingga ketinggian 867 m dpl. Dari sini jalan dilanjutkan hingga melewati Bukit Sangkur, dari puncak bukit ini terlihat pemandangan lembah yang sangat indah dan sungai Paraman Sani yang membelah Gunung Tandikat dan Gunung Gadang. Dari tebing gunung Tandikat akan banyak terlihat air terjun, dan semakin banyak jika hujan turun.

Antara ketinggian 1.000 hingga 1.500 m dpl rute yang ditempuh sangat curam. Pada saat cuaca cerah, dari titik-titik tertentu di punggungan gunung tersebut pemandangannnya terbuka, sehingga bisa dilihat keindahan panorama kota Pariaman dan batas pantainya dengan jelas. Pada ketinggian sekitar 1.200 m dpl gigir gunung ini tipis dan jurang menganga di kanan kiri jalan mendominasi jalurnya.

  • Rute Pendakian Lainnya

Rute Desa Singgalang Ganting

Dari Kota Padang naik bis antar kota tujuan Bukittinggi dan turun di Padang Panjang, kemudian berganti dengan angkutan pedesaan trayek menuju Desa Singgalang Ganting melewati pemandian alam terkenal di kota Padang Panjang yaitu Lubuk Mata Kucing. Biasanya para pendaki bermalam di rumah penduduk di desa ini, yang juga merupakan kuncen (juru kunci) gunung ini, dan memulai pendakian di keesokan harinya. Rute yang paling mudah ditempuh adalah dari desa ini. Di sepanjang jalan setapak menuju puncak beberapa kali akan dijumpai sungai kecil.

Rute Desa Malalak

Desa ini terletak tidak jauh dari Kota Bukittinggi dan bisa dicapai dengan angkutan pedesaan.

sumber : wikipedia

-Mitos Sekitar Gunung Tandikat, Sumatera Barat

Tak banyak informasi mengenai mitos yang kami dengar mengenai gunung Tandikat ini namun salah satu sumber memiliki cerita mengenai mitos yang ada di gunung Tandikat atau Tandikek ini, berikut selengkapnya :

Gunung Hunian Para Sibunian

Kami teringat tentang Sibunian penunggu Gunung Singgalang. Menurut Pak Lo, salah seorang warga Desa Pandai Sikek kalau Gunung Singgalang dan Tandikek ini menjadi gunung dengan prediket hunian para Sibunian. Mitosnya Sibunian ini menculik manusia untuk ikut ke alamnya.

Menurut legenda di Tandikek yang saya dengar dari Ibrahim (95) dan Bustami (48) warga Mudiak Padang sebutan lain untuk Tandikek mengatakan bahwa Sibunian merupakan orang halus. Konon dulu sewaktu Islam belum menyentuh tanah Sumatra Barat. Hidup seorang raja Hindu bernama Kalik Kalik Jantan yang beristri Anduang Sangkua. Pasangan Raja Hindu yang berkuasa di Tandikek ini memiliki seorang putri bernama Puti Sari Bana.

Syahdan, Puti Sari Bana pergi ke sebuah telaga bernama Talago Tanang. Telaga yang terletak di daerah Tandikek. Permukaan telaga ini terlihat tenang namun di dasar telaga air berpusar kuat. Puti Sari Bana menyeburkan diri ke telaga, saat itu pula tubuh Puti Sari Bana dihisap ke dalam telaga dan tubuhnya di temukan di Gunung Panggilun Padang yang saat itu masih bernama Sikilir-kilir.

Orang Gunung Panggilun yang menemukan Puti Sari Bana sontak kaget melihat seorang putri cantik di daerah mereka yang berjarak puluhan kilo dari tempat asal sang putri. Atas petunjuk Puti Sari Bana, orang Padang mengantarkan Puti ke Tandikek dan membuat janji agar Puti Sari Bana tidak boleh dikawinkan. Orang Tandikek menyutujuinya agar Puti Sari Bana tidak dikawinkan.

Namun suatu ketika, Puti Sari Bana dilamar oleh salah seorang pria Tandikek dan terjadilah perkawinan diantara mereka. Waktu berselang, dikabarkan bahwa orang Padang akan menuju ke Tandikek untuk melihat Puti Sari Bana. Orang Tandikek yang mengetahui sontak merasa telah melanggar perjanjian, karena telah mengawinkan Puti Sari Bana dengan seorang lelaki Tandikek.

Orang Tandikek pun menyembunyikan Puti Sari Bana beserta suaminya di Gunung Tigo tidak jauh dari Tandikek. Setelah disembunyikan Puti Sari Bana dan suaminya tidak pernah lagi kembali ke Tandikek, menurut warga Tandikek mereka berkembang dan beranak pinak dengan ilmu hitam yang mereka miliki. Keturunan mereka inilah yang dianggap orang Tandikek menjadi Sibunian yang menyebar hingga ke Puncak Singgalang hingga ke Pasaman.

Saya merasa nyali saya ikut ciut, mengingat kembali para sibunian yang membawa manusia ke dunia mereka. Dunia yang berjalan sangat cepat dari putaran waktu di bumi, terasing dalam kungkungan dunia yang entah bagaimana. Hari mereka berjalan cepat, saya mendengar cerita dari Bustami tentang orang yang dibawa sibunian ke alam mereka. ” Sebulan di dunia sibunian, mungkin satu atau dua hari dunia kita”.

Ungkap Bustami menceritakan tentang pemuda bernama Bansai (22) yang jasadnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa namun setelah dua hari dikubur, Bansai kembali pulang kerumah dan membuat geger warga di kampung. Berdasarkan terawangan orang pandai (orang dengan kemampuan khusus dalam dunia ghaib), bahwasannya Bansai dibawa oleh sibunian sewaktu Bansai memasuki hutan di kawasan Gunung Tandikek. Hanya jasad Bansai saja yang sudah tiada, namun ruh-nya masih kekal.

sumber : ranselkosong.com

PENUTUP – Selesai sudah pembahasan kita kali ini mengenai Info Gunung Tandikat Untuk Pendaki (Sumatera Barat – 2.438 mdpl) tersebut. Sudah saatnya pula kami harus pamit dari hadapan anda dan menutup perjumpaan kita kali ini. Semoga informasi Gunung Tandikat diatas dapat bermanfaat bagi kita semua dan jangan lupa untuk menghadiri pembahasan kami selanjutnya. Baiklah atas kunjungan anda kami ucapka terimakasih banyak serta sampai bertemu lagi di pembahasan kami berikutnya.

Pencarian:

gunung tandikat