Kisah Pendaki Gunung Yang Tak Percaya Takhayul

Posted on

Kisah Pendaki Gunung Yang Tak Percaya Takhayul

Selamat datang kembali kami ucapkan untuk anda yang kembali mengunjungi JejakPendaki.COM di pembahasan kali ini yang akan memaparkan kisah pendaki gunung yang tak percaya takhayul yang kami kutip dari qwertadit.blogspot.co.id. Semoga kisah pendaki gunung yang tak percaya takhayul dibawah ini dapat menghibur anda dan sekaligus menambah wawasan anda serta bermanfaat bagi anda. Seperti apa selengkapnya, silahkan simak kisahnya di bawah ini.

Namaku Dian, tak pernah terpikirkan olehku akan mengalami kejadian seperti ini, kejadian yang akhrinya membuka mataku bahwa disekitar kita ini juga ada kehidupan lain selain kita. Yaitu yang mungkin aku sebut hantu….

Awalnya aku bukan orang yang mudah percaya dengan yang namanya hantu, aku sering berfikir rasional dan logis. aku banyak mendengar cerita cerita seram di mana mana, namun aku belum cukup percaya jika aku tidak merasakannya sendiri, dan saat itupun tiba. Aku sempat belajar tenaga dalam sewaktu sekolah, yang melatih semua indra kita. kini aku sorang mahasiswa hampir 2 tahun aku tidak lagi belajar ilmu itu. Dan sampailah pada malam itu.

Ketika aku dan teman teman serta mahasiswa baru melakukan camping. Singkat cerita Kami sudah sampai di puncak acara. Namun tiba tiba saja suasana saat itu kisruh karena satu, dua, bahkan hampir seluruh wanita mahasiswa baru yang ikut di dalam puncak acara itu kesurupan. Beberapa panitia sibuk untuk mengobatinya, dan beberapa lain yang masih sadar mengaji bersama.

Saat itu entah kenapa aku malah berlari menjauh dari kerumunan orang orang, seperti ada yang mendorongku. Aku terus berlari dan berlari sampai aku pun berhenti di tengah tengah hutan. Sekelilingku hanya pohon pohon tinggi aku duduk berjongkok, entah apa yang membawaku sampai ke sana. Di sana aku seperti mendapat sebuah keberanian, aku mencoba duduk bersila dan memejamkan seluruh indraku. Dari telinga kulit, bahkan penciumanku. Aku memejamkan mataku dan aku mulai berkonsentrasi, sebuah angin mulai terasa melewatiku, seperti ada seseorang yang jalan di depanku. Dan terdengar, mulai terdengar ada seseorang berjalan di depanku, aku masih menutup mataku, perlahan aku mengangkat kedua tanganku. Dan mulai mencoba meraba apa yang ada di depanku. Dan ahhh astaga … aku memegang sebuah pundakk aku raba lagi ke atas terasa olehku seperti rambutt… tak sengaja aku pun memegang wajahnya begitu dingin, bisaku rasakan ada hidung dan bibir. Nampaknya di depanku sudah hadir sesosok wanita berambut panjang seketika aku membuka mataku dan ahhh… hah??? Tidak ada sosok apa apa di depanku.

Akupun langsung berlari ke tendaku, namun aku tidak menemukan tendaku. Sepertinya aku hanya memutar mutar di sekitar sini saja, lagi lagi kutemukan pohon yang sepertinya sama. “Tolonggg.. tolongg… tolongg…” aku sangat ketaakutan. di mana ini?? Aku terus mencari cari jalan keluar. Sampai…, sampai aku melihat sebuah cahaya lampu, aku coba mengejar cahaya lampu itu. Itu.. itu lampu senter, sepeti nya seseorang mencari ku. Akupun mengejarnya “tunggu hey hey ini gw, tunggu..” orang di depan ku berhenti dan menunggu ku, saat sampai yang aku lihat ternyata bukan teman temanku melainkan orang lain. Mereka ber 3 membawa senter dan tas besar, dan terlihat seperti baru datang. “Maaf.. saya kesasar saya cari tenda saya, tempatnya aga luas kan, tau gak di mana?” Orang orang itu hanya menatapku saja, di sana aku mulai merasa tidak enak hati. sampai sebuah senter di arah belakang, menyorot ke arahku. “Heyy dian.. lo di situ? Sini loe turun, ini gw rangga.. tunggu tunggu gw ke situ…” (sambil berteriak) tak sampai 3 detik aku melihat ke arah temanku, saat aku lihat 3 orang yang tadi bersamaku sudah tidak ada, sudah tidak ada… rangga segera menghampiriku dan bertanya apa yang aku lakukan sendirian di sini, rangga juga bilang anak anak yang keerasukan sudah pulih semua, aku hanya bisa terdiam dan di bopoh kembali perlahan ke tenda.

Waktupun berlalu dan aku sampai di kosanku, aku segera membersihkan diriku dan menuju kamar, aku menghela nafas “haah…” dan mulai mencoba untuk tidur, aku menarik selimutku dan memeluk guling, memjamkan mata berusaha untuk tidur. Sampai, guling yang aku peluk ini, terasa lain. Aku merasa memegang sesuatu ini.., ini… seperti rambutt… ketika aku membuka mataku.. hahh… astaga sesosok wajah tepat di depan wajahku, matanya melotot dan mulutnya menganga lebar. Aku langsung menendang guling itu sekuat tenaga. Buru buru menyalakan lampu, tidak ada apa apa… hanya sebuah guling.

Aku jadi tidak tenang untuk tidur dan langsung pindah ke kamar sebelah, temanku membukakan pintu sambil keheranan. Aku bercerita kalau aku melihat hal-hal aneh di kamarku, dia langsung bertanya, tentang temanku yang datang bersamaku. Hah.. tadi jelas jelas aku datang sendirian, tapi dia bilang aku datang bersama sorang wanita, yang juga ikut masuk bersamaku.

Sejak saat itu selama beberapa hari aku merasa tidak nyaman berada di kamarku, menurut temanku yang bisa melihat, di kamarku ada seorang wanita berambut panjang, memakai baju seperti pendaki gunung, dia sepertinya ikut denganku dari perkemahan waktu itu. Dan sepertinya wanita itu meninggal di sana dan sekarang mencari jalan pulang ke keluarganya. Tidak pikir panjang akupun pindah kosan dan untungnya tidak ada gangguan lagi.

Pada akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri untuk berhenti berinteraksi dengan makhluk lain dalam bentuk apapun.

PENUTUP – Menarik sekali bukan cerita yang berjudul kisah pendaki gunung yang tak percaya takhayul tersebut ? Menurut kami pribadi setelah membaca kisah tersebut, kisah tersebut sanggup membuat fantasi kami melayang jauh membayangkan apa yang akan kami rasakan jika kami yang mengalami hal tersebut ? Bagaimana dengan anda ?
Baiklah, bagaimanapun kisah pendaki gunung yang tak percaya takhayul diatas sudah selesai kami paparkan, semoga bermanfaat untuk anda. Terimakasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa lagi di pembahasan selanjutnya.